Imam Jalaludin Al-Sayuthi merupakan salah satu ulama dan ilmuwan islam yang terkemuka. Nma besarnya tidak asing dikalangan sarjana Ulumul Qur'an sebab kitabnya yang fenomenal.Al-Itqon fi UlumilQur'an.merupakan kitab Ulumul Qur'an terbaik yang pernah dikarang oleh ulama Islam.
Nama lengkapnya adalah Abdul Rahman bin Al-Kamal Abu Bakr bin Muhammad bin Sabiq Al-Din bin Al-Fakhr Utsman bin Nashir Al-Din Muhammad bin Al-Saikh Imam Al-Din Al-Suyuthi.Ia dijuluki Jalaludin dan diberi kunyah Abu Al-FAdhl atas dasar keilmuwan dan keutamaannya.Nama akhirnya Al-Suyuthi atau Al-Asyuth,nama sebuah daerah tempat asal orang tuanya.Iapun dilahirkan diantara buku-buku milik ayahnya dan karena ketika ia lahir,ia diletakkan ibunya diatas buku.
Imam Al-Suyuthi dilahirkan pada tahun 849 H dan meninggal pada tahun 911 H,ia hidup di lingkungan yang penuh dengan keilmuwanserta ketaqwaan. kedua matanya terbuka pada keilmuwan dan ketaqwaan karena ayahnya tekun mengajarkan membaca Al-Qur'an dan ilmu pengetahuan.Ketika ayahnya meninggal pada tahun 855H,ia telah hafal Al-Qur'an sampai surat Al-Tahrim padahal usianya masih kurang dari 6 tahun,dan ketika usianya kurang dari 8 tahun,ia telah hafal seluruh Al-Qur'an,setelah ayahnya meninggal,ia dibimbing oleh Muhammad bin Abd Wahid sampai usia 11 tahun.Dalam usianya yang relatif muda,is telsh mampu menghafal beberapa kitab,seperti Al-TAnbih,Al-Hawi,Al-TAhdib dan Al-Raudhah.
"Aku hidup sebagai seorang yatim,aku hafal Al-Qur'an saat umurku kurang dari delapan tahun.kemudian aku menghafal kitab"al-umdah" dan "al-fiyah ibn malik",katanya
Semua ini selain suatu anugerah Allah yang maha kuasa, faktor keluarga juga sangat menentukan dalam pembentukan kepribadian As-Suyuti sehingga bisa menjadi ulama'yang menguasai banyak cabang ilmu agama. diketahui bahwa ayah beliau adalah salah satu ulama' terkemuka saat itu yang menguasai ilmu - ilmu agama bahkan sempat menjabat sebagai mufti untuk daerah Assyud. sehingga tidak diragukan lagi bahwa sejak kecil beliau tumbuh dalam lingkungan ilmiah,yang menjunjung tinggi akan arti pentingnya ilmu.
Ketika menuntut ilmu, imam Al-Suyuthi tidak hanya belajar disatu tempat,tetapi banyak melakukan perjalanan ilmiah ke berbagai negara untuk menemui ulama'-ulama' besar, negara-negara yang telah dikunjungi adalah Mesir,Syam, Yaman,India, Takrur dan hijaz. Adapun tempat-tempat yang telah dikunjunginya di mesir adalah Al-Fayyum,Dimyat,Al-Mahalah,dan lain-lain.
pada Tahun 869 H,Imam Al-Suyuti pergi berhaji ke Makkah, kemudian kembali ke Kairo.Disan ia mengajar ilmu Fiqh sampai tahun 872 H. Ia kemudian diangkat sebagai guru besar disekolah Al-Syaikhhuniyah,Jabatan yang pernah diduduki oleh almarhum ayahnya.Jabatan itu diberikan kepadanya atas rekomendasi seaorang ulama' besar di Kairo, yaitu syaikh Al-Bulqani. Pada tahun 891 H, ia pindah ke sekolah yang lebih terkenal yaitu sekolah Al-Baibirsiyah.Namun tidak berapa lama kemudian tepaatnya tahun 906 h ia mengundurkan diri dari jabatanya karena difitnah telah mengkhianati amanah barang-barang inventaris sekolah.Beberapa kali ia ditawari untuk duduk di jabatan itu kembali setelah terbukti tidak bersalah, tetapi tidak sedikitpun ia berkeinginan lagi menduduki jabatan itu.
Imam Al-suyuthi tidak hanya menguasai satu macam ilmu saja tetapi ia menguasai tujuh macam ilmu yakni tafsir, hadist, nahwu, fiqih, ma'ni, bayan, dan badi.Ia juga menghasilkan banyak kitab yang diperkirakan jumlahnya mencapai 561 kitab. sebagaian besar kitabnya termasyhur di dunia baik di timur maupun di barat, Hal ini dapat dipahami karena ia menguasai berbagai ilmu dan kegiatan menulisnya telah ia mulai sejak berusia 17 tahun.
Dalam kitabnya, Turjuruman Al-Quran fi tafsir Al-Musnad, Imam Al-Suyuthi mengumpulkan hadist-hadist yang menafsirkan Al-Qur'an, sayangnya, kitab itu belum ditemukan sampai sekaarang.Walaupun demikian,ringkasannya dapat dilihat dalam karangannya yang lain yakni Kitab AL-Durr Al-Mantsur fi Al-tafsir Al-Matsur. Kitab ini dicetak untuk pertama kalinya di kairo pada tahun 1314 H dalam enam jilid.
Kitabnya yang lain adalah Fi Mathar mat Al-Aqram fi mubhammat Al-Qur'an, kitab ini dicetak di Bulaq pada tahun 1384 H dan di kairo pada tahun 1309 dan 1310 H, ketika mengarang kitab Lubab Al-Nuqulfi Asbab Al-Nuzul ia berpegang kepada kitab asbab Nuzul Al-Qur'an karangan Al-Wahidi dan memberikan beberapa tambahan tersendiri yang diambilnya dari hadist dan tafsir. Kitab ini pertama kali cetak pada tahun 1290 H dan telah mengalami beberapa kali naik cetak. Sebuah kitab yang ia semprnakan dari kitab yang telah ia tulis oleh Al-Mahalli adalah Tafsir Al-Jalalain. Kitab itu disempurnaka selama 40 hari dan ditulis pada tahun 870 H, kitab ini pun telah berulangkali dicetak untuk pertama kalinya di mombay pada tahun !869 H, Ada sebuah kitab tafsir yang belum diselesaikannya yaitu hanya muqaddimahnya saja .Kitabnya tersebut berjudul Majmu AL-Bahrain wa Mathla Al-Badrain , Kitabnya yang lain berjudul Al-Takhbir fi Ulum Al-Tafsir ditulisnya dengan berpegang kepada kitab Al-Burhan fi Ulumil Qur'an karya Al-Zakarsyi.
Dalam kitabnya Jami Al-Masanid atau disebut atau disebut juga Jam' Al-Jawarni atau Al-Jarni Al-Kabir,Imam Al Suyuthi menghimpun hadist - hadist Nabi Muhammad SAW.Ringkasan ini kemudian ia tulis dalam kitabnya yang berjudu Al-Jami Al-Shagir fi Hadist Al-Basyir Al-Nadzir, Kitab ini kemudian diberi penjelasan oleh Abdurrahman Al-Manawi (w. 1032 H)cetakan pertamanya tahun 1286 H di Bulaq. kitab ini disusun berdasarkan urutan huruf hija'iyyah oleh Al-Muttaqi Al-Hindi yang diberi judul Minhaj Al-Ummah fi Dunnah Al-Aqwal wa Al-Afal.
Al-Itqon fi Ulumil Qur'an adalah sebuah kitab fenomenal yang dihasilkan dari pemikiran cemerlang Imam Al-Suyuthi, Dan telah di cetak beberapa kali di berbagai tempat, kitab ini pertama kali di cetak di kalkuta tahun 1271 Hdan terakhir pada tahun 1387 H/1967 Moleh pencetak thaba'ah Al-Hariah Al-Mishiriyyah li Al-Kitab dan diedit oleh Muhammad Al-Fadhl Ibrahim.Editor berkomentar bahwa kitab ini merupakan rantai emas dalam rangkaian kitab-kitab yang membahas studi Al-Qur'an, karangan terbagus terlengkap ,bermanfaat,dan memuat masalahyang tidak dimuat oleh kitab lain.
Pada Tahun 869 H,Imam Al-Suyuti pergi berhaji ke Makkah, kemudian kembali ke Kairo.Disan ia mengajar ilmu Fiqh sampai tahun 872 H. Ia kemudian diangkat sebagai guru besar disekolah Al-Syaikhhuniyah,Jabatan yang pernah diduduki oleh almarhum ayahnya.Jabatan itu diberikan kepadanya atas rekomendasi seaorang ulama' besar di Kairo, yaitu syaikh Al-Bulqani. Pada tahun 891 H, ia pindah ke sekolah yang lebih terkenal yaitu sekolah Al-Baibirsiyah.Namun tidak berapa lama kemudian tepaatnya tahun 906 h ia mengundurkan diri dari jabatanya karena difitnah telah mengkhianati amanah barang-barang inventaris sekolah.Beberapa kali ia ditawari untuk duduk di jabatan itu kembali setelah terbukti tidak bersalah, tetapi tidak sedikitpun ia berkeinginan lagi menduduki jabatan itu.
Imam Al-suyuthi tidak hanya menguasai satu macam ilmu saja tetapi ia menguasai tujuh macam ilmuyakni tafsir, hadist, nahwu, fiqih, ma'ni, bayan, dan badi.Ia juga menghasilkan banyak kitab yang diperkirakan jumlahnya mencapai 561 kitab. sebagaian besar kitabnya termasyhur di dunia baik di timur maupun di barat, Hal ini dapat dipahami karena ia menguasai berbagai ilmu dan kegiatan menulisnya telah ia mulai sejak berusia 17 tahun.
Dalam kitabnya, Turjuruman Al-Quran fi tafsir Al-Musnad, Imam Al-Suyuthi mengumpulkan hadist-hadist yang menafsirkan Al-Qur'an, sayangnya, kitab itu belum ditemukan sampai sekaarang.Walaupun demikian,ringkasannya dapat dilihat dalam karangannya yang lain yakni Kitab AL-Durr Al-Mantsur fi Al-tafsir Al-Matsur. Kitab ini dicetak untuk pertama kalinya di kairo pada tahun 1314 H dalam enam jilid.
Kitabnya yang lain adalahFi Mathar mat Al-Aqram fi mubhammat Al-Qur'an, kitab ini dicetak di Bulaq pada tahun 1384 H dan di kairo pada tahun 1309 dan 1310 H, ketika mengarang kitab Lubab Al-Nuqulfi Asbab Al-Nuzul ia berpegang kepada kitab asbab Nuzul Al-Qur'an karangan Al-Wahidi dan memberikan beberapa tambahan tersendiri yang diambilnya dari hadist dan tafsir. Kitab ini pertama kali cetak pada tahun 1290 H dan telah mengalami beberapa kali naik cetak. Sebuah kitab yang ia semprnakan dari kitab yang telah ia tulis oleh Al-Mahalli adalah Tafsir Al-Jalalain. Kitab itu disempurnaka selama 40 hari dan ditulis pada tahun 870 H, kitab ini pun telah berulangkali dicetak untuk pertama kalinya di mombay pada tahun !869 H, Ada sebuah kitab tafsir yang belum diselesaikannya yaitu hanya muqaddimahnya saja .Kitabnya tersebut berjudul Majmu AL-Bahrain wa Mathla Al-Badrain , Kitabnya yang lain berjudul Al-Takhbir fi Ulum Al-Tafsir ditulisnya dengan berpegang kepada kitab Al-Burhan fi Ulumil Qur'an karya Al-Zakarsyi.
Dalam kitabnya Jami Al-Masanid atau disebut atau disebut juga Jam' Al-Jawarni atau Al-Jarni Al-Kabir,Imam Al Suyuthi menghimpun hadist - hadist Nabi Muhammad SAW.Ringkasan ini kemudian ia tulis dalam kitabnya yang berjudu Al-Jami Al-Shagir fi Hadist Al-Basyir Al-Nadzir, Kitab ini kemudian diberi penjelasan oleh Abdurrahman Al-Manawi (w. 1032 H)cetakan pertamanya tahun 1286 H di Bulaq. kitab ini disusun berdasarkan urutan huruf hija'iyyah oleh Al-Muttaqi Al-Hindi yang diberi judul Minhaj Al-Ummah fi Dunnah
Al-Aqwal wa Al-Afal.
Al-Itqon fi Ulumil Qur'an adalah sebuah kitab fenomenal yang dihasilkan dari pemikiran cemerlang Imam Al-Suyuthi, Dan telah di cetak beberapa kali di berbagai tempat, kitab ini pertama kali di cetak di kalkuta tahun 1271 Hdan terakhir pada tahun 1387 H/1967 Moleh pencetak thaba'ah Al-Hariah Al-Mishiriyyah li Al-Kitab dan diedit oleh Muhammad Al-Fadhl Ibrahim.Editor berkomentar bahwa kitab ini merupakan rantai emas dalam rangkaian kitab-kitab yang membahas studi Al-Qur'an, karangan terbagus terlengkap ,bermanfaat,dan memuat masalahyang tidak dimuat oleh kitab lain.
Beliau wafat malam jum'at 13 jumadil ula 911 H,setelah 7 hari tidur diperbaringan karena ditimpa penyakit tumor yang sangat ganas dilengan sebelah kiri,sehingga genaplah usia beliau 61 tahun saat meniggalkan dunia fana ini.lalu beliau dimakamkan disebelah makam ayahnya di "Hush kusun"